kambingetawa
Published On: Wed, Dec 10th, 2014

Lurisae Farm

LurisaePelestari seni ettawa kontes, boleh disebutnya untuk sosok ayah tiga anak bernama Sumaryanto ini, pria kelahiran 1970 ini tinggal di Kebongunung Loano Purworejo, sebuah desa yang terletak di sebelah utara kota Purworejo.

Mas Yanto beberapa teman dekat peternak sering menyebut namanya sebagai panggilan akrabnya, memulai bisnis peternakan etawa sejak tahun 2006 berawal dengan dua ekor induk dan kandang sederhana di samping rumah tinggalnya.

Laki laki pemilik peternakan Lurisae ini memulai ukir prestasi pada kontes 2008 di Blitar dengan menyabet beberapa kejuaraan dengan andalan Lambreta (nama Kambing), kemudian disusul kemenangan di kontes Kaliurang pada tahun 2009.

Pada tahun yang sama Yanto dan kambing kambing peliharaanya mengukir sejarah spektakuler dengan menyabet tujuh juara di semua kelas pada kontes Kambing Etawa di Kabupaten Bantul Yogyakarta.

yanto cbPenghujung 2009 pria penggemar sekaligus pemilik motor CB 200 ini mengalami musibah yang membuat peternakanya sempat tidak terurus dan nyaris habis dikarenakan pria ini waktunya tersita banyak mengurusi istri yang menderita sakit.

Laki laki jebolan SMA N Salaman ini tak kenal menyerah dan seusai istri berangsur pulih maka dia memulai debut usaha peternakanya lagi meski memulai dengan memiliki satu induk kambing, pria yang juga memiliki usaha bengkel modifikasi sepeda motor minat khusus ini kembali mengalami kehancuran usaha peternakan di tahun 2011, karena dampak lesu kontes kambing etawa yang berakibat lesunya pasar kambing etawa.

Peternakan yang sampai sekarang bernama Lurisae Farm ini bangkit lagi di awal tahun 2012 dan kembali mengukir sejarah kejuaraan Kontes kambing Ettawa pada even skala nasional maupun tingkat daerah.

Lurisae Farm mengukir sejarah penjualan tertinggi bakalan pejantanumur tujuh bulan Kambing Kaligesingseharga Rp 120 juta dan terus mengukir sejarah kemenangan pada kejuaraaan antara lain juara 1 kontes Kediri, Blitar, Purworejo, Mojokerto, Jepara, Wonosobo dan berbagai even kontes kambing etawa lainya hingga tahun 2014.

Lurisae yang bermakna Lur ( Galur) sae ( bagus) ini sekarang memiliki enam Lokal kandang yang berisi enam puluh ekor induk dan empat pejantan tangguh.

Lurisae Farm adalah pelestari seni peternakan ettawa kontes atau sekarang dikenal juga sebagai kambing ras kaligesing ini memiliki tiga operator atau anak kandang yang setiap hari membantu melaksanakan pekerjaan di peternakan.

“saya membuat pabrik cempe mas, hitung saja berapa anak yang dihasilkan dari jumlah induk yang dipelihara tentu bisa di hitung berapa jumlah penghasilan dikurangi biaya oprasional” jelas yanto penuh percaya diri dalam sela sela motivasinya pada tamu tamu yang datang berkunjung ke peternakan yang dimilikinya.

Memang tak banyak ditemui profil bersahaja ulet dan tekun dalam bidang peternakan kambing kaligesing ini, namun Yanto selalu yakin dan siap berbagi pada siapapun yang ingin belajar ilmu seni ettawa kontes pada peternakan Lurisae ini.

Lurisae yang memiliki puluhan Induk kambing etawa ras kaligesing atau sering dikenal sebagai kambing kaligesing ini juga melayani jual beli bibit kambing etawa galur kontes.

“Tak pernah ada kesuksesan yang tidak melalui proses panjang, tak ada keberhasilan yang gemilang tanpa kegagalan” Penulis

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. syahrul says:

    saya tertarik bgt untuk memelihara kambing

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Anak Gembala