Home » Pengetahuan

Siklus Birahi Kambing Etawa

16 April 2009 6,700 views 19 Comments

kambing etawa melahirkanDalam usaha beternak kambing etawa kita sebagai peternak harus memahami siklus birahi kambing etawa betina, sebab jikala kita ingin berhasil dalam memproduksi ternak kita memang harus mengenali siklus masa birahi kambing etawa ,karena beternak kambing etawa memang membutuhkan pemahaman yang berbeda dalam memeliharanya tentu juga dalam hal mengawinkannya.

Para peternak kambing etawa memang tidak mencampur kambing betina  dengan kambing jantan dalam keseharianya mereka bersama namun terpisah oleh sekat kandang ,yang hal ini agar terjaga kondisi siklus perkawinan kambing dengan baik .

Setiap  kambing etawa betina yang sudah dewasa biasanya memiliki siklus birahi yang kemudian akan di lanjutkan  dengan proses keluarnya sel telur untuk di buahi .

Secara teori kambing etawa sebenarnya sudah di anggap dewasa atau berkembang menjadi bakal induk dewasa setelah mengalami siklus birahi pertama yang biasanya dapat terlihat dari umur 8 sampai 12 bulan .

Pada umumnya kambing etawa memiliki masa waktu birahi berkisar antara 24 hingga 48 jam dan memiliki satu siklus yang berumur sekitar 18 hingga 25 hari dalam sekali siklusnya.

Sedangkan cirri umum secara fisik yang dapat kita kenali dalam kasat mata ketika kambing etawa mengalami birahi bias kita lihat sebagai berikut :

Apabila tanda tanda fisik yang terlihat itu sudah jelas maka sebaiknya segera mengawinkan kambing betina tersebut , namun sebaiknya dilakukan jeda waktu dari awal terlihatnya sekitar 8 jam hingga 12 jam , apabila terlihat tanda tandanya sore maka kawinkan kambing tersebut pada ke esokan harinya.

Belajar dari beberapa petani yang berada di sekitar  wilayah Desa Donorejo, Kec Kaligesing , Kab Purworejo saya mengumpulkan beberapa pengalaman yang akhirnya dapat di ambil kesimpulan bahwa  tingkat keberhasilan yang tinggi dalam mengawinkan kambing biasanya dilakukan 8 hingga 12 jam sejak tanda tanda siklus terlihat.

Sedangkan cara mengawinkan kambing etawa biasanya dengan dilakukan pencampuran dengan pejantan selama beberapa jam hingga terjadinya perkawinan tersebut ( umumnya peternak menunggui saat terjadinya perkawinan )

Menurut teori kambing etawa sebenarnya boleh di kawinkan semenjak siklus pertama birahi namun untuk mendapatkan hasil keturunan kambing etawa yang baik dan mengembangkan induk sampai benar benar dewasa biasanya peternak akan menunda perkawinan sampai  beberapa kali siklus atau di tunda hingga umur 3 atu 4 bulan setelah birahi pertama terlihat ( berkisar 12 hingga 14 bulan ).

Peternak yang teliti biasanya akan mebuat tanggal atau menandai sejak siklus birahi betina hingga menjelang betina benar benar dewasa dan siap untuk di kawinkan agar dapat mengenali pada masa birahi berikutnya dan biasanya kambing betina yang terhitung mendekati siklus birahi akan di berikan makanan ( konsentrat ) yang mengandung protein serta gisi yang lebih baik dari biasanya , hal ini bertujuan agar memperkecil kemungkinan gagal kawin yang berarti harus menunggu 21 hari lagi untuk siklus berikutnya.

Nah selamat mencoba beternak kambing etawa.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Slashdot
  • Technorati
  • Facebook
  • MySpace
  • Google Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • Live
  • email
Tags: bakalan/cempe kambing etawa super, budi daya etawa, Donorejo, indukan kambing, indukan kambing etawa super, kabupaten purworejo, Kaligesing, pasar kambing etawa, pembiakan kambing, persiapan peternakan, peternakan kambing etawa, prospek bisnis kambing etawa, Purworejo, reproduksi kambing, ternakan kambing etawa
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 1.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

19 Comments »

  • Xitalho said:

    Jaah.. dadi kelingan jaman dhisik isih ngingu wedhus ….

  • Ja_y said:

    la kalau ciri2 kambing yg “majir” itu gimana kang?

  • endar said:

    oh yes oh no oh god fu** me… ohhh

  • novi said:

    hoalahh… judule mbok diganti. aku dadi isin karo cah putri pengurus pondok pas ngeklik blog mas totok. lagi presentasi pake LCD sisan (doh) (doh) :’)

  • LuXsmaN said:

    Endar ternyata seneng karo wedhus………….

  • edo said:

    Wah, ganti theme. Keren neh… Makin banyak kemajuannya kang… :D

  • itempoeti said:

    (doh) Eling sopo yooo…. *ngelirik Senoaji* (Imao)

  • gajah_pesing said:

    byuh… siklus lanjutan download film parno to iki? (lmao)

  • Novianto said:

    WELEH…ADA SIKLUSNYA TERNYATA TO KANG…..

  • suryaden said:

    untung gak usah pake KUA segala, bisa tobat…

    ¨Tidak Menghindar ketika di naiki oleh kambing jantan…¨ hahaha…

  • goenoeng said:

    asem ik, begitu nge-klik blog ini disuguhi ‘SIKLUS BIRAHI…’
    setuju sama mas Antok, aku juga ‘terkesan’, pas baca ‘Tidak Menghindar ketika di naiki oleh kambing jantan’. huahahahaha…

  • masnoer said:

    ha ha ha sekandal kambing etawa pakar telematika sudah tau belum nie kalau made in Kaligesing

  • Gempur said:

    sukses untuk kambing etawanya kang! mudah-mudahan berkah bagi lingkungan sekitar. AMin

  • Etawa said:

    Cocok sekali mas. . .

  • Balisugar said:

    aku pengen tahu kalau kambing berfanak ada berapa ekor anaknya ?

  • tito said:

    Assalamu’alaikum mo nanya nih? kambing etawa tu satu jenis aja atau banyak jenisnya? soalnya aku kayaknya tertarik juga ama bisnis ini.
    salam kenal. assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuuh………’

  • Mengawinkan Kambing Etawa | www.KambingEtawa.org said:

    [...] Mengawinkan Kambing etawa memang harus di ketahui dari siklus birahi dari bakal induk kambing etawa yang memiliki ciri yang berbeda beda tergantung dari ciri dasar bawaan dari kambing,walaupun secara garis besar tetap mudah untuk di pelajari. ( untuk mengetahui siklus birahi silahkan klik di sini ) [...]

  • Haryo Legowo said:

    Mbok tulisane sing rada dawa ta. Men jelas lan gamblang, Kang. Piye iki. Jane aku ya pengen ngingu wedhus je.

  • tony_sapi said:

    Boss Totok yth,
    Perkawinan atau mengawinkan Kambing saya anggap salah satu bidang yang memang harus di kuasai oleh peternak Kambing, jadi marilah kita lihat masalah ini dari sudut “teknik” beternak. Kalau tidak begitu maka bisa di tafsirkan sebagai sesuatu yang kurang senonoh dan macam2 lainnya.
    Masalahnya begini Boss:
    Pengalaman yang akan saya sampaikan ini adalah untuk yang pertamakalinya dalam urusan mengawinkan hewan ternak yang kita pelihara. Dimana dalam proses mengawinkan Kambing – saya melihat/ dapati, alat kelamin kambing jantannya “Berdara-darah”, dimana pendarahan tsb tidaklah sedikit, tapi cukup banyak tetesan darah yang saya lihat di sekitar areal perkawinan.
    Namun hal tsb tidak sama sekali mengurungkan atau mengurangi minat Pejantan tsb untuk mengawini betina yang di pasangkan dengannya.
    Proses perkawinan ahirnya saya batalkan/brake off – karena saya nggak tega melihat banyaknya darah yang keluar dari alat kelamin si pejantan.
    Kenapa sampai bisa terjadi begitu, saya masih menduga-duga, karena setelah saya periksa alat kelamin si Betina – nampaknya normal-normal aja Boss.
    Mohon pencerahannya Boss.
    Terimakasih dan salam hormat

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.